Arab Fashion Week “Awal Pergelaran Fashion di Arab Saudi”

Foto: www.Vogue. Com

NusantaraNia.Net Rahma Sinditia. Arab Saudi akhirnya mengelar acara fashion show untuk pertama kalinya yang bertajuk “Arab Fashion Week” yang diselengarakan di lobi Hotel Ritz-Carlton, Riyadh. Pekan mode atau fashion week ialah pagelaran dalam industri mode, yang diselenggarakan selama satu minggu, dan menjadi ajang bagi para perancang busana, merek busana atau rumah mode untuk memeragakan koleksi terbaru mereka.
Fashion week tersebut juga dihadiri oleh perwakilan kerajaan Arab Saudi, Putri Noura Bint Faisal Al Saud, yang menduduki jabatan sebagai presiden kehormatan organisasi pekan mode Arab.

Foto: Instagram/ArabfaashionCouncil

Acara tersebut menampilkan hasil karya disainer lokal dan asing, seperti Jean Paul Gaultier desainer asal Perancis dan Roberto Cavalli disainer asal Italia yang ikut menampilkan hasil rancangan dalam acara tersebut. Tidak hanya busana abaya para perancang busana juga menunjukkan hasil karyanya dalam balutan busana modest dan busana bernuansa street wear. Salah satu busana yang mencuri perhatian khalayak ialah hasil karya klaborasi antara Mashael Al Rajhi dengan Nike.

Karya Mashael Al Rajhi dengan Nike.Foto: Doc.New York Times

Acara yang diselenggarkan pada 10 – 14 April 2018 tersebut dipersiapkan dalam waktu 5 bulan, acara yang seharusnya diselenggarakan pada 26 Maret lalu harus tertunda karena para model yang tidak bisa mendapatkan visa untuk masuk ke Arab Saudi dan banyaknya jurnalis asing yang hadir dalam acara fashion week tersebut.
Acara tersebut hanya boleh disaksikan khusus wanita saja, sedangkan laki-laki dan media hanya diizinkan pada saat pembukaan pekan mode atau fahsion week tersebut. Acara tersebut dihadiri 1.500 orang seperti para selebriti Timur Tengah hingga disainer dari Eropa, salah satu desainer dan fashion influencer Timur Tengah yang ditunggu kedatangannya adalah Tamara Algabbani.
Banyak tanggapan mengenai acara Arab Fashion Week tersebut, seperti dari dosen komunikasi internasional STIK-P Medan Nurhalim Tanjung “ada pengaruh negara-negara barat yang membuat Arab Saudi demikian, tapi kelihatannya Arab Saudi juga memang pengen mengadopsi liberalisme karena punya kepentingan politik, ekonomi dengan negara barat. mereka kayaknya memang sengaja mengorbankan budayanya untuk dekat dengan negara barat, tapi saya melihat keadaan ini akan memengaruhi negara-negara Arab kelak”. Ucapnya
Acara tersebut menjadi sejarah baru bagi Arab Saudi yang mulai mengendurkan aturannya, terutama yang membatasi kaum wanita.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *