Masya Allah, Tuna Netra Baca Al-Qur’an 1 Hari 1 Juz

NusantaraNia.Net-Indah Permata Sari. Memasuki awal bulan Ramadan 1 Hijriah 1439 pada kamis pagi, puluhan warga disabilitas khususnya Tuna Netra bersama-sama membaca Al-Qur’an huruf Braile, yaitu huruf-huruf dengan tulisan sentuh yang dapat dimengerti oleh para tuna netra, mayoritas tuna netra berprofesi sebagai pemijat memfokuskan untuk beribadah selama satu bulan yang berada di jalan Sampul, Kota Medan, Sumatera Utara.(17/5/2018)

Al-Quran dengan huruf-huruf braile

Puluhan Tuna Netra yang mayoritas berprofesi sebagai tukang pijat, melakukan tadarus Al-Qur’an di kantor Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara.

Foto : Indah Permata Sari. Terlihat seorang guru sedang memberikan pengarahan huruf-huruf Braile, kepada murid Tuna Netra

Kebiasaan ini merupakan hal yang dilanjutkan dari tahun-tahun sebelumnya, satu persatu membaca Al-Qur’an di depan guru mengaji dan guru memperbaiki bacaan yang salah. Uniknya lagi, guru tersebut juga merupakan tuna netra.

“Kita menyelesaikan satu Juz satu hari setiap membaca Al-Qur’an dan sebelumnya pun kita sudah membuat One Day One Juz dari 32 orang dan kebetulan semua sudah menjadi 50 orang,” ucap Khairul BatuBara selaku Ketua Pertuni Sumut.
Dalam satu orang ini akan membaca ayat Al-Qur’an hingga satu Ain, lalu dilanjutkan kepada Tuna Netra lainnya hingga terakumulasi satu juz dalam satu hari. Hal ini dilakukan secara terus menerus hingga satu bulan Ramadan untuk menggenapi 30 Juz Al-Qur’an.

Menurut Khairul BatuBara, Tadarus yang dilakukan ini, dilaksanakan setiap hari kamis mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai dan acara didukung oleh berbagai pihak salah satunya Baznas, Murni Irawan Foundation dan ada juga bantuan dari masyarakat.

 

 

Foto : Indah Permata Sari. Salah satu Tuna Netra sedang membaca Al-Qur’an

Para Tuna Netra juga diberikan uang pengganti transport setiap selesai dalam kegiatan membaca Al-Qur’an tersebut.

“ Mereka ini setiap kali datang kita berikan ongkos dua puluh ribu rupiah perorangnya, dan hari ini yang datang hanya sekitar 50 orang, biasanya sampai 80 orang dikarenakan hujan ” ucapnya

Dalam satu hari sebanyak 30 hingga 50 Tuna Netra yang datang untuk bertadarus, dan mayoritas para Tuna Netra bertempat tinggal di Kota Medan, yang kebanyakan mereka merupakan profesi sebagai tukang pijat yang berijazah dan meliburkan dirinya untuk fokus dalam beribadah terkhusus pada bulan puasa.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *