Menu Khas Berbuka Puasa Bagi Perantauan Aceh, Di Mesjid Aceh Sepakat Medan

NusantaraNia.Net-Indah Permata Sari. Saat mencari menu berbuka puasa yang relatif berbeda, tak ada salahnya jika singgah ke mesjid Raya Aceh Sepakat di Jalan Mengkara Medan. Di sini setiap bulan Ramadan tiba menyediakan menu berbuka puasa yang berbeda dari tempat lainnya di Kota Medan, menu andalan untuk berbuka puasa adalah bubur kanji rumi dan nasi kari daging khas Aceh. Tradisi ini sudah dilakukan lebih dari belasan tahun lalu.

Setiap memasuki bulan ramadan, pengurus mesjid Raya Aceh Sepakat yang berada di Jalan Mangkara, Kecamatan Medan Petisah, menyediakan sedikitnya 800 porsi bubur kanji rumbi dan nasi kari daging setiap harinya.

Kegiatan ini menjadi agenda dari masjid Raya Aceh Sepakat dengan menu berbuka yang khas bagi masyarakat perantauan aceh, yang berada di Kota Medan, setiap menu berbuka ini mungkin tidak ada di tempat lain, untuk setiap harinya pihak panitia berbuka puasa di mesjid ini menyiapkan 800 hingga 1000 porsi lebih untuk berbuka puasa bagi masyarakat yang akan berbuka puasa.

Tidak hanya masyarakat Aceh saja, namun masyarakat yang singgah untuk berbuka puasa juga diperbolehkan. Di mesjid ini menu berbuka puasa dibagi dalam 2 sesi. Pertama, pihak panitia akan menyiapkan satu mangkuk bubur kanji beserta kue dan kurma, serta minum teh, saat bedug berbuka. Lalu, setelah melakukan salat magrib berjamaah, masyarakat yang berbuka di mesjid ini akan di bagikan nasi dan kari daging khas Appceh. Masakan kari ini berbeda dengan kari pada umumnya,disebabkan bahan dari rempah-rempah merupakan pilihan khas Aceh dan hanya tersedia di bulan puasa saja.

Hisaluddin Yahya sebagai Ketua Pelaksana Harian Mesjid Aceh Sepakat mengatakan, “Menu berbuka puasa, yang lazim di mesjid Aceh Sepakat sudah puluhan tahun berkisar antara dua windu lah di balai wilayah mesjid Aceh Sepakat ini, berupa kanji rumbi, kanji rumbi ini menu khas, bumbu-bumbu dan rempah-rempah Aceh.”

Walaupun waktu berbuka masih lama, tetapi bubur ini tetap membawa kehangatan dalam tubuh siapa yang memakannya, jadi fungsinya juga untuk menghilangkan angin di dalam tubuh pada saat berpuasa.

“ Ya sekian puluh jam kita menahan lapar dan dahaga, untuk takjil pertama itu tadi bubur kanji rumbi, dengan teh dan minuman segar lainnya,dan kue beberapa potong, kemudian setelah itu baru berbuka puasa dengan nasi putih makan malam kari yang selalu kari sapi sama buah buahan sayur, kadang kadang ikan, tapi yang kari tetap,” ucapnya.

Untuk menyiapkan menu berbuka yang disediakan di masjid Aceh Sepakat ini, biayanya mencapai Rp 17 juta lebih untuk perharinya, dana tersebut bersumber dari donasi kaum muslimin melalui Dewan Pimpinan Cabang Aceh Sepakat-Medan. Besarnya biaya yang dikeluarkan dikarenakan jamaah yang datang juga cukup ramai, sebagian besar di antaranya warga Aceh yang rindu suasana berbuka di kampung halaman.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *