Milennials Haus Akan Sejarah Budaya

NusantaraNia.Net-Indah Permata Sari. Berangkat dari kata Peradaban, di mana saat ini zamannya anak kids jaman now atau anak kekinian, bahkan ada sebutan Milennials ini merupakan generasi yang tumbuh cenderung tidak peduli terhadap keadaan sosial di sekitar mereka, seperti dunia politik, atau perkembangan ekonomi Indonesia dan kebanyakan anak-anak Milennials hanya peduli untuk mengembangkan pola hidup kebebasan dan hedonisme (mencari kesenangan pribadi) serta memiliki tujuan yang tidak realistis atau terlalu idealistis yang penting bisa bergaya.

Nah… saat ini anak-anak kurang memahami arti sesungguhnya dari adab, sehingga kurangnya perkenalan dan peninggalan sejarah yang berharga dari masa ke masa. Dan di sinilah kita akan ulas bersama, seperti apa saja kegiatan dan juga tujuan Pekan Peradaban yang dilaksanakan oleh Rumah Mata Teater bekerja sama dengan Deli Geist, dan Museum Situs Kota Cina di Taman Budaya Medan, Sumatera Utara.

Berikut ini beberapa foto saat teatrikal berlangsung

Foto : Indah

Foto : Indah

Foto : Indah

Foto : Indah

Kata adab menurut Agus Susilo menjelaskan bahwa “Adab itu semacam norma, dia mengikat sikap dan perilaku.
Ketika jadi peradaban itu maknanya jadi dua, bukan sekedar normaan sih, tapi jadi semacam pandangan dan sikap dalam membuat keputusan-keputusan di kehidupan manusia sebagai mahluk sosial dan budaya.” selaku Sutradara dalam pertunjukan Teater Pekan Peradaban

Foto : Indah

Teatrikal yang menjadi inti dari Pekan Peradaban sukses menggiring masuk dalam kearifan Artefak Situs Museum Kota Cina dan membawa anak-anak haus untuk mengetahui kembali peninggalan masa lampau dalam keadaan gelap yang senyap akan visual, audio dan gemerlapnya permainan lighting dalam ruangan, masuk dengan suasanan pementasan.

Foto : Indah

Foto : Indah

Salah satu penonton mengatakan bahwa, “Aksinya keren dan seru banget, saya baru pertama ini nonton kayak gini, sebenarnya tadi di awal permainan kurang ngerti kan, takut juga pertama dikira hantu rupanya enggak. Jadi menurut saya sih ini pementasan yang bagus.” Kiki Andriani SMK dari Kesehatan Imelda Medan

“Kita sebagai generasi muda jangan melupakan peradaban zaman dulu dan jangan terlalu Milennials yang sekarang ini.” Tambah Kiki

Foto : Indah

Serta pengakuan dari Yose Piliang kebanyakan pada peradaban kalangan anak-anak saat ini di Kota Medan sudah tidak ada lagi, “Contoh kita lihat di jalan raya, orang jalan suka-sukanya aja, peraturan gak di taati, itu sudah tidak beradab sebenarnya, orang buang sampah sembarangan juga itu kan gak beradab”. Ujarnya

“Ada hal-hal yang hilang sebenarnya dari anak-anak ini, apa itu. Terus menerus bercontinue mengingatkan bahwa kita punya masa lalu, kita orang-orang yang baik dan yang santun, itu gak pernah diingatkan. Itu lah yang harus diingatkan. Dengan acara inilah salah satu cara kita mengingatkan mereka.” Tutupnya selaku Ketua Penyelenggara Pekan Peradaban.

Jadi kalau kalian yang menjadi Milennials itu gak harus melupakan peninggalan sejarah yang ada di Negeri tercinta Indonesia yah guys. Apalagi hanya peduli untuk mengembangkan pola hidup kebebasan dan hedonisme sendiri serta memiliki pemikiran yang penting bisa bergaya, itu namanya egois guys

Boleh update tentang info terbaru dan selalu menjadi maju yang terdepan. Tetapi sejarah sangat penting untuk anak cucu kelak di masa mendatang karna peninggalan sejarah itu sangat penting bagi siapapun untuk mengetahui masa lampau dan menjadi ilmu pengetahuan juga loh.

Kalau orang Medan bilang, ko cam kan dan ko ingatlah itu kata-katanya.

Intinya asyik bisa tahu peninggalan sejarah.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *