Rintihan Duka dari Palu

NusantaraNia.Net-Indah Permata Sari. Innalillahi wa innalillahi rajiun, begitulah kalimat yang keluar ketika mendengar kabar duka datang dari saudara kita di daerah Sulawesi Tengah tepatnya di Donggala pada sore hari pukul 17.02 WIB, 28 September 2018 dengan kekuatan 7.7 Skala Ritcher (SR) dengan kedalaman 10 Kilometer yang dilanda gempa.

Dokumentasi : BNPB, rumah hancur akibat gempa bumi di Kabupaten Donggala

Dokumentasi : BNPB Palu dalam kondisi kerusakan di Kabupaten Donggala usai diguncang gempa bumi

Dokumentasi : BNPB Palu, Salah satu rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Donggala

Demburan air yang merupakan tepian pantai di Palu, Sulawesi Tengah. Pada awal kecil yang dimulai dari ombak gelombang sehingga menjadikan tsunami dengan tinggi air berkisar 1,5 meter dan kecepatan yang secara tiba-tiba menghantam dan menyapu bersih seluruh rumah warga beserta orang-orang terseret bagai dalam mesin cuci. Warga terjebak dalam kegelapan pusaran air yang penuh pohon, perahu, mobil, dan potongan bangunan.

Foto : tirto.id

Foto : tirto.id

Kepanikan dan kerisauan warga juga lengkap ketika aliran listrik terputus. Gempa ini pun tak hanya sekali terjadi, bahkan gempa terjadi hingga dua kali di waktu yang berbeda yaitu malam harinya, sekitar pukul 19.00 WIB

Tak dapat dipungkiri bahwa suara-suara warga yang berteriak histeris dalam guncangan gempa, kalikat ini mengingatkan kita bahwa akan kembali semuanya kepada yang Mahakuasa : Dari tanah kembali ke tanah. Turut berduka cita, pray for Donggala, Palu dan Sekitarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *