Sate Kerang Alternatif Oleh-Oleh Khas Medan

NusantaraNia.Net Indah Permata Sari – Selain ika ambon, bolu meranti, dan oleh-oleh durian lezat saat ini ternyata Medan mempunyai oleh-oleh arternatif baru yaitu sate kerang. Sate kerang satu-satunya yang bisa di bawa untuk oleh-oleh adalah sate kerang Rahmad Toha ini berbeda dengan sate kerang lainnya sate kerang ini bisa tahan selama 12 jam.
Sate kerang dikemas dalam kardus berlapis aluminium foil yang tidak tembus air, meski bisa tahan lama namun sate kerang ini tanpa bahan pengawet.

Berlokasi di jalan Gatot Subroto, sate kerang ini banyak dikunjungi para wisatawan yang hobi berburu oleh-oleh kuliner, sebagai oleh-oleh alternatif dari Kota Medan.

Sedangkan untuk bahan kerang yang diproduksi setiap harinya, didatangkan dari Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Sebanyak empat sampai 10 Kg dan pastinya kerang pilihan yang masih segar, dalam penyajiannya tidak berbeda dengan sate kerang lainnya yang ada di Kota Medan.
Kerang bulu atau yang dikenal dengan kerang biasa segar yang masih hidup dan bercangkang disikat dan dicuci bersih, kerang lalu dimasak di dalam wajan tanpa menggunakan air sama sekali. Setelah matang, daging kerang dikeluarkan lalu dicuci berkali-kali untuk menghilangkan pasir. Selanjutnya daging dimasak dengan bumbu rahasia milik Rahmad Toha dan proses terakhir masakan yang telah matang dirangkai dalam tusuk sate.

Mewarisi usaha yang dirintis oleh Orangtua, sejak 4 tahun silam. Rahmad dan Toha kini berhasil memajukan usaha sate kerang, apalagi kini peningkatan penjualan sate keriang setiap tahunnya meningkat, terutama diburu oleh para wisatawan yang berkunjung di kota ini.

“ Ide awalnya itu adalah dari persahabatan, jadi persahabatan saya dengan pak Rahmad itu luar biasa baiklah, kami berteman baik, dalam persahabatan itu timbulah ide untuk mengembangkan usaha sate kerang, melihat kondisi kota Medan kan sekarang oleh-olehnya banyak, seperti bika ambon, bolu dan banyak jenisnya kami memberikan terobosan baru membuat sate kerang, sate kerang itu yang mana menjadi salah satu oleh-oleh khas kota Medan, dalam perjalanan itu animo masyarakat terhadap sate kerang ini luar biasa, hampir menjadi alternatif setiap orang datang ke kota medan pasti mencari sate ” Ucap TOHA selaku pemilik usaha.

Meski berlabel sate, di restaurant ini tak hanya menyajikan sate kerang, selain sate kerang di lantai dua juga ada beberapa menu andalan lainnya dan berbagai jenis masakan kerang, dalam perhari 4000 tusuk sate kerang habis terjual.
“ Di sini juga kita menyediakan makanan olahan dari kerang selain sate kerang, jadi kita kembangkan lagi, ada tauco, sambal balado, gulai kerang, dan juga krispi pokoknya serba dari kerang, selain warga kota Medan, biasanya tamu-tamu khususnya dari Jakarta, jadi mereka banyak yang menjadikan ini sebagai oleh-oleh, pasokan kita ambil langsung dari Tanjung Balai ” tutur Rahmad sebagai pengelola sate kerang

Sate kerang Rahmad Toha ini biasa buka pada pukul 08.00- 22.00 WIB, menjual sate dengan harga terjangkau yakni Rp. 5.000/tusuk satenya, dan selalu diserbu pembeli dan umumnya para pelancong yang datang ke Kota Medan.
Tuti Siregar yang berasal dari Batam sebagai pembeli mengatakan, “Memang selalu beli disini dan dijadikan oleh-oleh karena tetangga selalu nitip ini sate kerang, kalo bolu dan bika ambon itu udah biasa, nah kalo ini kan ciri khas kota Medan.”

“ Rencana mau dibawa ke Solo, mau berangkat jam 5 sore. Istri pun minta juga, katanya di sini enak kerangnya, seringnya sih ngga, tapi kalau setiap datang ke Medan kami pasti selalu singgah, bumubunya beda dengan yang lain dan ini lebih terasa.” ujar Mukhlis selaku pembeli

Rahmad dan Toha sengaja menyajikan makanan kuliner khas Medan, yang sangat disukai masyarakat. Rasa yang diberikan pada tusuk sate ini pun sesuai dengan selera masyarakat yang tidak meninggalkan ciri khas Medan. Terutama cita rasa dan resep yang diwarisi oleh orangtua mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *