Sekilas Kampung Masjid Labura

NusantaraNia.Net-Indah Permata Sari. Hallo Guys… Mari kita mengenal sedikit tentang Kampung Masjid, Kampung Masjid ini yang merupakan salah satu Kelurahan, terletak tepat di Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhan Batu Utara, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Cukup dikatakan sulit untuk perjalanannya yang ingin ke sebuah kampung atau sebuah desa tersebut.

Labura merupakan nama beken dari kata singkatan Labuhan Batu Utara yang disingkat dengan warganya sendiri, jika kalian ingin ke Kampung Masjid guys… Kita dari Kota Medan hendak ke Kampung Masjid ini, kurang lebih memakan waktu 10 jam untuk yang berkendara roda empat dan itu jika tidak terjadi kemacetan di jalan Lintas Sumatera.

Bak pepatah Johnny Depp mengatkan “Saya pikir hal yang harus dilakukan adalah menikmati perjalanan saat kamu sedang melakukannya.” Dan juga pepatah Tere Liye, “Kau tau ? Hidup ini sebenarnya perjalanan panjang, yang setiap harinya disaksikan oleh matahari.”

Maka, perjalanan panjang yang berdurasi 10 jam ini harus dinikmati dengan disaksikan oleh matahari.

Tak dapat dipungkiri, bahwa Kabupaten Labura ini dikenal sebagai salah satu penghasil sawit dan karet yang cukup besar, gak cuma itu saja guys… Ternyata mata pencaharian di Kampung Masjid ini ternyata  adalah para Nelayan. Namanya juga orang pesisir ya pastinya banyak ikan dan makanan SeaFood.

Masih banyak hal-hal unik untuk mengenal daerah  sisinya dari Kampung Masjid Labuhan Batu Utara (Labura) mulai dari gaya bahasa atau logat bicara, kegiatan sehari-hari atau mata pencaharian dan transportasi kendaraan yang dipakai untuk penyeberangan ke desa Kampung Masjid tersebut.

Kita ulas satu persatu yah guys…

Ups… tunggu dulu, karena sebelum mengetahuinya, kita harus tahu dahulu untuk perjalanannya yang sangat luar biasa guys… Tak banyak yang tahu untuk perjalanan yang  satu ini.

Di balik ke asrian dan ketenangan nuansanya ini. Ternyata, sangat disayangkan untuk jalanan yang penuh dengan kerusakan serta lubang dan bebatuan. Seperti jalanan yang tak di urus sama sekali. Banyak truk dan angkutan besar yang berlalu lalang dijalanan tersebut sehingga menambah dan mengakibatkan jalan rusak total.

Jika hujan datang, maka jalanan ini dipenuhi dengan lumpur, seperti yang terlihat di foto.

Foto : Indah

Salah satu mobil terjebak dalam lubang jalan. Foto : Indah

Berbicara tentang Logat atau gaya bahasa, pastinya untuk gaya bahasa dimasing-masing daerah yang ada di Indonesia memiliki khas unik tersendiri dari daerahnya sendiri, seperti yang kita ketahui bahwa Kampung Masjid Labura ini memiliki logat bicara seperti orang pesisir.

Dengan contohnya : “Hondak kemano?” yang artian mau kemana.

Logat bicara ini sudah lama ditanamkan kepada anak-anak dari orangtua, kakek, nenek, serta uyutnya di zaman dahulu.

Sedangkan untuk keseharian di daerahnya ini cukup terkenal dengan berjualan, salah satunya jajan makanan Seafood seperti bakwan udang yang gurih dan nikmat dengan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp 1.000, jajanan ini memiliki rasa yang nikmat dengan racikan bumbu langsung dari orang pesisir dan sangat diminati oleh para pengunjung yang datang.

Nah… ini dia yang lebih unik lagi guys…yaitu transportasi penyeberangan dari desa Tanjung Pasir hendak ke Kampung Masjidnya. Terdapat sebuah kapal rakitan yang sering disebut dengan kapal getek atau boat terbuat dari besi yang tidak memiliki penutup apapun diatas dan bisa mengangkut maksimal 3 mobil dan juga kendaraan jenis motor roda duà.

Penyeberangan yang memakai kapal rakitan ini hanya berdurasi kurang lebih 5 menit untuk sampai ke desa Kampung Masjid dan nantinya masuk lagi di perjalanan melewati pepohonan sawit.

Kapal ini hanya terdapat di desa Tanjung Pasir saja, karena tidak ada jembatan untuk menyeberang dan hanya 1 kapal rakitan yang  tersedia untuk mengakut kendaraan dan penyeberangan.  Kapal ini dibuat dari gagasan warga.

Kapal rakitan ini merupakan milik swasta, yang baru dibuat di tahun 2018 ini, untuk biaya transportasinya dikenakan sebesar Rp 25 ribu/unit mobil beserta penumpangnya.

Konon, katanya penyeberangan sungai ini ada dua buaya besar yang sering terlihat, sehingga jika ada penumpang yang hendak menyeberang pada malam hari maka harus dibantu dengan alat penerangan karena fasilitas dari kapal tersebut tidak memadai.

Dan pastinya harapan kita semua guys…  semoga pemerintah dapat memperbaiki jalan transportasi rusak, yang penuh dengan berlubang dengan secepatnya agar pengguna jalan bisa dengan mudah dan tidak khawatir dengan jalan transportasi ke tempat tujuan desa tersebut.

Nah, jika kalian yang ingin menyeberangi penyeberangan dari desa Tanjung Pasir ke Kampung Masjid, hendaknya tetap waspada pada malam hari untuk tetap berhati-hati di perjalanan yah guys

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *