Tradisi Berburu Bubur Khas Mesjid Raya Medan

NusantaraNia.Net-Indah Permata Sari- Menunggu datangnya waktu berbuka puasa setiap bulan Ramadan, mesjid Raya Al-Mashun Medan menyediakan bubur sup makanan khas Kesultanan Deli, bubur yang sudah menjadi tradisi ini dibagikan secara gratis saat menjelang berbuka puasa. Jadi, tak heran jika masyarakat Medan yang berada disekitar mesjid Raya Medan kerap kali menunggu untuk mendapatkan menu berbuka khas Kesultanan Deli tersebut. Mari, kita simak Guys

Berbuka puasa dengan bubur sup menjadi tradisi turun –temurun di Kota Medan, di waktu bulan Ramadan tiba, bubur khas Kesultanan Deli ini menjadi salah satu menu favorit warga yang dapat di temukan di masjid Raya Al-Mashun. Berbahan dasar beras, rempah – rempah, sayur dan daging ayam. Lalu, bubur diolah menjadi panganan untuk menu berbuka puasa yang nikmat. Dalam sehari, pembuatan bubur bisa menghabiskan 30 kg beras yang dapat dibagi menjadi 800 porsi. Bubur sup ala masjid Raya Al-Mashun Medan sudah menjadi tradisi setiap tahunnya untuk dibagikan kepada warga secara gratis.

Maysarah salah satu warga menikmati bukaan khas mesjid, “Memang tiap tahun saya ambil di sini tiap buka puasa, karena buburnya kan enak, lemak, ada rasanyalah, pakai anyang juga. Tadi dikasih kurma sama orang ini lengkaplah.”

Bubur ini mulai disajikan, dan dibagikan kepada warga sebelum berbuka puasa. Para pengunjung mesjid dan warga sekitar pun tidak pernah melewatkan pembagian bubur khas Deli ini. Rasanya yang gurih dan nikmat, tentunya menjadi menu yang cocok untuk disajikan saat berbuka puasa. Menu bubur yang sudah menjadi tradisi Kesultanan Deli sejak ratusan tahun lalu, mempunyai rasa khas tersendiri bagi penikmatnya. Walaupun harus mengantre, dipastikan setiap warga mendapat bagian.

Darlis selaku juru masak menuturkan, “Bubur ini khas, ada telur, kentang, daging, daun sup, beras semua dicampur santan. Sangat khas Melayu resep ini sudah dari dulu-dulunya. Gak tahulah pokoknya sudah lama sebelum saya lahir mungkin sudah ada ini, tetap sama rasanya gak manis dan masih gurih.”

Biaya pembuatan bubur diperoleh melalui dana khas mesjid dan sumbangan para pengunjung, siapa saja pengunjung yang datang dahulu boleh mendapatkan porsi dari bubur ini. pembagiannya dimulai dari pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.

 

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *