Tren Abaya Modern di Arab Saudi

Foto : www.khaleejtimes.com

NusantaraNia.Net Rahma Sinditia. Para perempuan di Arab Saudi selama ini dikenal menggunakan pakaian tradisionalnya yang longgar dan tertutup serta serba hitam dari kepala hingga kaki. Tetapi dengan hadirnya Putra Mahkota Mohammed bin Salman dengan visi Arab Saudi 2030, Pangeran yang digadang sebagai pengganti Raja Salman ini, hadir menghentak dengan beberapa sikap yang lebih moderat.
Semenjak peryataan Sheikh Abdullah al-Mutlaq, salah satu anggota dari ‘Council of Senior Scholars’, pada Februari 2018 lalu yang mengungkapkan bahwa perempuan memang harus berpakaian sopan, namun tak berarti harus mengenakan abaya. Banyak model busana wanita yang mulai bermunculan, seperti model pakaian olahraga dan pakaian klub bola dalam disain abaya.

Foto : Dream.co.id

Tren abaya semangkin meningkat di beberapa daerah Timur Tengah seperti Riyadh, Jeddah dan Dammam. Hal tersebut dikarenakan banyaknya keluarga yang datang ke stadium untuk menyaksikan klub sepakbola kesayangannya bertanding. Bahkan hal tersebut membuat abaya sudah diadaptasi ke dalam baju klub bola dalam warna tim lokal, cara baru bagi penggemar olahraga wanita untuk menyemangati pemain favorit mereka.
Harga abaya klub sepakbola tersebut dibanderol mulai dari $66 – $106 atau sekitar Rp 900 ribu – Rp 1,5 juta tergantung dari bahan material yang digunakan. Harga tersebut dapat meningkat sesuai dengan permintaan pasar.
Namun, abaya warna-warni ini sempat memicu perdebatan di antara kaum Muslim, tentang kebebasan busana bagi perempuan di negara di mana pakaian serba hitam di muka umum, adalah hal wajib.Tetapi kritikan tersebut mampu diredam di saat Pangeran Mohammed bin Salman menegaskan bahwa abaya berjenis apapun, tidak wajib dalam Islam.
Namun di saat keputusan resmi mengenai pakaian itu masih belum keluar, disainer Eman Joharjy menggunakan kesempatan dengan mengeluarkan abaya yang lebih beragam dan mendobrak aturan konservatif. Disainer berusia 43 tahun tersebut membuat abaya dalam berbagai warna, seperti hijau, krem, dan putih dengan bahan yang sejuk, Ia menggunakan kain alami, termasuk poplin Perancis, yang tidak melekat pada tubuh yang berkeringat.
Salah satu perancang busana Indonesia Ferry Sunarto berpendapat “Abaya olahraga tersebut sudah sesuai dengan nuansa islami, dan jika dari segi disainnya abaya tersebut masih harus dikembangkan lagi”. Tuturnya
Dan pada saat ini para perempuan pencinta sepakbola di Arab Saudi dapat mengenakan mengenakan baju klub bola kesayangannya dalam bentuk abaya.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *